Universitas Terbuka Dituntut Untuk Memodernisasi Diri

Share This Post

UT Pekanbaru, Pusat – Universitas Terbuka (UT) sebagai pelopor pendidikan terbuka dan jarak jauh dituntut untuk terus memodernisasi diri melalui peningkatan kapasitas dan perbaikan kualitas layanan dalam upaya mewujudkan dan mengukuhkan konektivitas bangsa.

“Berbagai upaya telah dilakukan UT untuk peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pendidikan,” kata Rektor UT Yogyakarta Prof Ojat Darojat PhD pada Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dalam bidang Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ) 2019 di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Rektor Universitas Terbuka, UT sebagai perguruan tinggi yang konsisten menerapkan sistem penjaminan mutu internal, secara periodik melakukan RTM MPJJ. Tujuan dari RTM MPJJ adalah untuk meninjau hasil implementasi sistem manajemen mutu dalam kurun waktu tertentu di hadapan pimpinan.

Menginjak usia ke-35 tahun atau lustrum VII, UT terus berupaya untuk mengembangkan perannya sebagai “cyber university”. Sejalan dengan usia UT yang ke-35, RTM pada 2019 mengangkat tema “Memperkokoh Kapasitas dan Kualitas Layanan, Meningkatkan Kepuasan Masyarakat”.

“Tema itu sangat relevan dengan ‘milestone’ UT tahun 2019 yakni penguatan penerimaan masyarakat terhadap keberadaan UT,” kata Ojat Darojat.

Ia mengatakan, UT dituntut untuk terus melakukan terobosan dan inovasi guna menyukseskan program pemerintah dalam peningkatan APK.

Beberapa program strategis yang saat ini dikembangkan UT dalam rangka perluasan akses dan peningkatan daya jangkau pendidikan, antara lain pengambilan mata kuliah online oleh perguruan tinggi mitra melalui Program Mata Kuliah Mandiri (PMKM).

Dilansir dari Antaranews.com penandatanganan kerja sama telah dilakukan di antaranya dengan Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Selanjutnya Universitas Negeri Makasaar (UNM), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Politeknik Negeri Madiun (PNM), dan Politeknik Negeri Bandung (Polban).

Program lainnya adalah pengembangan mata kuliah nasional yang akan ditawarkan secara nasional untuk seluruh mahasiswa dan membuka program S1 Pariwisata, S2 Studi Lingkungan, serta program Doktor Ilmu Manajemen (DIM) dan program Doktor Administrasi Publik (DAP) dengan sistem jarak jauh.

“Selain itu, pemerintah mengarahkan UT untuk mengkaji perubahan status UT dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH),” kata Ojat Darojat.

RTM MPJJ 2019 dihadiri Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X serta unsur pimpinan dari UT Pusat dan 39 Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT di seluruh Indonesia, dengan rincian 48 pimpinan UT Pusat dan 117 pimpinan UPBJJ UT.